Brief: Video ini menunjukkan alur kerja lengkap untuk Kit Tes ELISA Anti-Mullerian Hormone (AMH). Tonton saat kami memandu Anda melalui langkah-langkah penyiapan, pemrosesan sampel, dan interpretasi menggunakan metode ELISA sandwich antibodi ganda. Anda akan melihat bagaimana uji sensitivitas tinggi ini mengukur kadar AMH dalam sampel serum dan plasma manusia untuk penilaian klinis cadangan ovarium dan kesehatan reproduksi.
Related Product Features:
Menggunakan metode ELISA sandwich antibodi ganda untuk mendeteksi Hormon Anti-Mullerian Manusia secara tepat.
Dirancang untuk digunakan dengan sampel serum dan plasma manusia dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi.
Memberikan hasil yang dapat diandalkan dalam waktu 2-3 jam dengan total durasi pengujian 80 menit.
Dilengkapi ukuran kit tes 96 dengan umur simpan 18 bulan bila disimpan pada suhu 2-8°C.
Memungkinkan penilaian cadangan ovarium dan pemantauan kemajuan pengobatan infertilitas.
Membantu mengidentifikasi sindrom ovarium polikistik (PCOS) melalui pengukuran kadar AMH.
Termasuk dukungan teknis komprehensif untuk instalasi, pengaturan, dan pemecahan masalah.
Diproduksi oleh Biovantion dengan kontrol kualitas yang ketat untuk diagnostik klinis.
Pertanyaan:
Jenis sampel apa yang kompatibel dengan Kit Tes ELISA AMH ini?
Kit ini dirancang untuk digunakan dengan sampel serum dan plasma manusia, memberikan pengukuran kadar Hormon Anti-Mullerian yang akurat dalam cairan biologis ini.
Berapa lama proses pengujian lengkapnya?
Total waktu pengujian adalah sekitar 2-3 jam, dengan prosedur inti ELISA memerlukan 80 menit dari penambahan sampel hingga interpretasi hasil.
Bagaimana umur simpan dan kondisi penyimpanan yang tepat untuk alat tes ini?
Kit ini memiliki umur simpan 18 bulan dan harus disimpan pada suhu 2-8°C. Reagen yang tidak digunakan harus disegel dan dikembalikan ke penyimpanan 2-8°C, menjaga stabilitas hingga 2 bulan atau hingga tanggal kedaluwarsa yang tertera pada label.
Aplikasi klinis apa yang didukung tes AMH ini?
Tes ini digunakan untuk menilai cadangan ovarium, memantau pengobatan infertilitas, mengidentifikasi sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan memperkirakan permulaan menopause pada pasien wanita.